Sabtu, 09 November 2013

Contoh Dan Cara Menulis Karya Tulis

Menulis Karya Tulis

Contoh Dan Cara Menulis Karya Tulis | Karya tulis adalah karangan atau tulisan yang disusun secara sistematis berdasarkan pola penalaran ilmiah dan ilmu pengetahuan tertentu. Karya ilmiah harus bersifat logis, objektif, sistematis, dan jelas. 

Logis artinya karya tulis tersebut dapat diterima oleh akal/pikiran dan dapat dibuktikan dengan terapan ilmu pengetahuan. Objektif, artinya karya tulis tersebut sesuai dengan fakta, dijelaskan dengan keadaan yang sebenarnya, tidak dipengaruhi oleh subjektivitas pribadi. Sistematis, artinya disajikan dengan cara yang teratur sesuai dengan aturan penulisan. Jelas, artinya berbahasa lugas, efektif, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Dalam menulis sebuah karya ilmiah harus didukung data-data yang valid dan cukup.

Pernahkah kamu memahami bagian-bagian sebuah karya tulis ilmiah yang lengkap? Bagaimana susunan karya ilmiah tersebut? Mari kita ikuti pelajaran berikut!

1. Penulisan Karya Tulis

Karya ilmiah terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, bagian pembahasan, dan bagian penutup.
Bagian pendahuluan, berisi hal-hal yang berkenaan dengan latar belakang masalah, tujuan penulisan, dan landasan teori yang digunakan.

Bagian pembahasan, berisi gagasan-gagasan permasalahan yang hendak disampaikan. Di dalamnya disajikan laporan disertai data-data dan analisis dari permasalahan yang diangkat/diteliti.
Bagian penutup, berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan berisi uraian masalah-masalah yang dianggap penting dari uraian yang dijabarkan sebelumnya. Sementara saran adalah tanggapan yang berupa tindak lanjut dari laporan penelitian yang dilakukan.
Pahamilah contoh kerangka karya tulis berikut!
Halaman judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel dan Gambar
 (jika ada)
Bagian pengantar
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan dan Pembatasan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian

Bab II Landasan Teori
2.1 Kajian Pustaka
2.2 Kerangka Berpikir
2.3 . . . . . . . . .
2.4 . . . . . . . . .

Bab III Metodologi Penelitian
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
3.2 Jenis Penelitian
3.3 Sumber Data

Bab IV Pembahasan
4.1 Analisis Data
4.2 Pembahasan Masalah
4.3 Mengolah Data
4.4 . . . . . . . . . . .
Bagian pendahuluan
Bab V Penutup
Kesimpulan
Saran
Daftar Pustaka
Indeks
Bagian penutup

2. Teknik Menulis Daftar Pustaka dan Catatan Kaki

Tahukah kamu bagaiman cara menulis daftar pustaka dan catatan kaki? Mari kita pelajari bersama uraian berikut ini.

a. Daftar pustaka

Daftar pustaka adalah daftar yang menyebutkan judul buku-buku, majalah, surat kabar, atau sumber-sumber lain yang digunakan dalam suatu penyusunan tulisan atau karangan.

Urutan penulisan daftar pustaka yang sering digunakan adalah nama pengarang, tahun terbit, judul buku, catatan edisi, kota penerbit, dan nama penerbit.

Mengenai nama pengarang, dalam daftar pustaka ketentuan penulisannya meliputi berikut ini.
  1. Ditulis secara alfabetis.
  2. Ditulis dengan urutan dibalik. Jika buku disusun oleh suatu lembaga, maka nama lembaga itu dipakai sebagai pengganti nama pengarang.
  3. Jika penulisnya dua orang, hanya penulis pertama yang penulisannya dibalik.
  4. Penulis yang terdiri lebih dari dua orang, hanya penulis pertama yang ditulis dan nama lain diganti et.all (dkk).
  5. Referensi yang berupa artikel dari koran, majalah, atau tabloid ditulis dengan tanda kutip.
  6. Referensi yang berupa karya terjemahan, pengarang dan judul asli perlu dicantumkan.
Contoh:
a. Judul buku : Komposisi
    Pengarang : Rudy Chandra
    Penerbit : Pt. Grafika
    Tahun terbit : 2014
    Kota penerbit : Koto Baru
    Ditulis menjadi : Chandra, Rudy. 2014.

b. Judul buku : Kamus Linguistik
    Pengarang : Harimurti Kridalaksana
    Tahun terbit : 2013
    Kota penerbit : Jakarta
    Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
    Ditulis menjadi : Kridalaksana, Harimurti. 2013. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

b. Catatan kaki (foot note)

Catatan kaki adalah keterangan mengenai kata atau ungkapan di dalam teks, yang dicantumkan dalam margin bawah pada halaman buku atau karangan. Jenis catatan kaki antara lain sebagai berikut.

1) Catatan kaki jenis penjelas, yaitu catatan yang dibuat untuk menerangkan atau menjelaskan kata atau istilah dalam teks.

Contoh:
. . . .
Virus hewan dan tumbuh-tumbuhan adalah parasit intraseluler obligat yang sangat kecil. Setiap virion mempunyai sebuah sistem inti pusat asam nukleat yang dikelilingi oleh kapsid.1 Beberapa virion juga mempunyai sampul. Secara morfologis, virus hewan dan tumbuhan dapat ikosahedral, helikal, bersampul, atau kompleks.
.
1 Selubung protein yang menghubungkan materi virus

2) Catatan kaki jenis gabungan (sumber dan penjelas), yaitu catatan gabungan dari sumber (refensi) dan penjelasan/keterangannya.
3) Catatan kaki jenis penunjukan sumber (referensi), yaitu catatan yang menunjuk pada sumber tempat kutipan berada. Penulisan catatan kaki meliputi: nama pengarang tidak ditulis lengkap (tidak dibalik karena referensi pertama kali), judul buku, kota tempat terbit, tahun terbit, dan halaman yang dikutip.

Jumat, 11 Oktober 2013

MESIN 2 TAK
Mesin dua tak adalah mesin pembakaran dalam yang dalam satu siklus pembakaran terjadi dua langkah piston, berbeda dengan putaran empat-tak yang mempunyai empat langkah piston dalam satu siklus pembakaran, meskipun keempat proses (intake, kompresi, tenaga, pembuangan) juga terjadi.
Mesin dua tak juga telah digunakan dalam mesin diesel, terutama rancangan piston berlawanan, kendaraan kecepatan rendah seperti mesin kapal besar, dan mesin V8 untuk truk dan kendaraan berat lainnya.
Prinsip kerja
Untuk memahami prinsip kerja, perlu dimengerti istilah baku yang berlaku dalam teknik otomotif :
>TMA (titik mati atas) atau TDC (top dead centre), posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh dari poros engkol (crankshaft).
>TMB (titik mati bawah) atau BDC (bottom dead centre), posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft).
>Ruang bilas yaitu ruangan dibawah piston dimana terdapat poros engkol (crankshaft), sering disebut dengan bak engkol (crankcase) berfungsi gas hasil campuran udara, bahan bakar dan pelumas bisa tercampur lebih merata.
>Pembilasan (scavenging) yaitu proses pengeluaran gas hasil pembakaran dan proses pemasukan gas untuk pembakaran dalam ruang bakar.
Langkah kesatu
Piston bergerak dari TMA ke TMB.
1. Pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB, maka akan menekan ruang bilas yang berada di bawah piston. Semakin jauh piston meninggalkan TMA menuju TMB, tekanan di ruang bilas semakin meningkat.
2. Pada titik tertentu, piston (ring piston) akan melewati lubang pembuangan gas dan lubang pemasukan gas. Posisi masing-masing lubang tergantung dari desain perancang. Umumnya ring piston akan melewati lubang pembuangan terlebih dahulu.
3. Pada saat ring piston melewati lubang pembuangan, gas di dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.
4. Pada saat ring piston melewati lubang pemasukan, gas yang tertekan dalam ruang bilas akan terpompa masuk dalam ruang bakar sekaligus mendorong gas yang ada dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.
5. Piston terus menekan ruang bilas sampai titik TMB, sekaligus memompa gas dalam ruang bilas masuk ke dalam ruang bakar.
Langkah kedua
Piston bergerak dari TMB ke TMA.
1. Pada saat piston bergerak TMB ke TMA, maka akan menghisap gas hasil percampuran udara, bahan bakar dan pelumas masuk ke dalam ruang bilas. Percampuran ini dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi. (Lihat pula:Sistem bahan bakar)
2. Saat melewati lubang pemasukan dan lubang pembuangan, piston akan mengkompresi gas yang terjebak dalam ruang bakar.
3. Piston akan terus mengkompresi gas dalam ruang bakar sampai TMA.
4. Beberapa saat sebelum piston sampai di TMA, busi menyala untuk membakar gas dalam ruang bakar. Waktu nyala busi sebelum piston sampai TMA dengan tujuan agar puncak tekanan dalam ruang bakar akibat pembakaran terjadi saat piston mulai bergerak dari TMA ke TMB karena proses pembakaran sendiri memerlukan waktu dari mulai nyala busi sampai gas terbakar dengan sempurna.
Perbedaan desain dengan mesin empat tak
Pada mesin dua tak, dalam satu kali putaran poros engkol (crankshaft) terjadi satu kali proses pembakaran sedangkan pada mesin empat tak, sekali proses pembakaran terjadi dalam dua kali putaran poros engkol.
Pada mesin empat tak, memerlukan mekanisme katup (valve mechanism) dalam bekerja dengan fungsi membuka dan menutup lubang pemasukan dan lubang pembuangan, sedangkan pada mesin dua tak, piston dan ring piston berfungsi untuk menbuka dan menutup lubang pemasukan dan lubang pembuangan. Pada awalnya mesin dua tak tidak dilengkapi dengan katup, dalam perkembangannya katup satu arah (one way valve) dipasang antara ruang bilas dengan karburator dengan tujuan :
1. Agar gas yang sudah masuk dalam ruang bilas tidak kembali ke
karburator.
2. Menjaga tekanan dalam ruang bilas saat piston mengkompresi ruang
bilas.
Lubang pemasukan dan lubang pembuangan pada mesin dua tak terdapat pada dinding silinder, sedangkan pada mesin empat tak terdapat pada kepala silinder (cylinder head). Ini adalah alasan paling utama mesin dua tak menggunakan oli samping.
Lihat pula: Sistem pelumasan
Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan mesin dua tak
Dibandingkan mesin empat tak, kelebihan mesin dua tak adalah :
1. Mesin dua tak lebih bertenaga dibandingkan mesin empat tak.
2. Mesin dua tak lebih kecil dan ringan dibandingkan mesin empat tak.
>Kombinasi kedua kelebihan di atas menjadikan rasio berat terhadap tenaga
(power to weight ratio) mesin dua lebih baik dibandingkan mesin empat tak.
3. Mesin dua tak lebih murah biaya produksinya karena konstruksinya yang sederhana.
Meskipun memiliki kelebihan tersebut di atas, jarang digunakan dalam aplikasi kendaraan terutama mobil karena memiliki kekurangan.
Kekurangan mesin dua tak
Kekurangan mesin dua tak dibandingkan mesin empat tak
1. Efisiensi mesin dua tak lebih rendah dibandingkan mesin empat tak.
2. Mesin dua tak memerlukan oli yang dicampur dengan bahan bakar (oli
samping/two stroke oil) untuk pelumasan silinder mesin.
>Kedua hal di atas mengakibatkan biaya operasional mesin dua tak lebih
tinggi dibandingkan mesin empat tak.
3. Mesin dua tak menghasilkan polusi udara lebih banyak, polusi terjadi dari
pembakaran oli samping dan gas dari ruang bilas yang terlolos masuk
langsung ke lubang pembuangan.
4. Pelumasan mesin dua tak tidak sebaik mesin empat tak, mengakibatkan usia
suku cadang dalam komponen ruang bakar relatif lebih rendah.
Aplikasi
Mesin dua tak diaplikasikan untuk mesin bensin maupun mesin diesel. Mesin bensin dua tak digunakan paling banyak di mesin kecil, seperti :
a. Mesin sepeda motor.
b. Mesin pada gergaji (chainsaw).
c. Mesin potong rumput.
d. Mobil salju.
e. Mesin untuk pesawat model, dan sebagainya.
Mesin dua tak yang besar biasanya bertipe mesin diesel, sedangkan mesin dua tak ukuran sedang sangat jarang digunakan.
Pengembangan
Penggunaan teknologi injeksi langsung dengan tujuan menurunkan emisi gas buang.
Karena emisi gas buang sulit untuk memenuhi standar UNECE Euro II, penggunaan mesin dua-tak untuk sepeda motor sudah semakin jarang.

MESIN EMPAT TAK

Mesin empat tak adalah mesin pembakaran dalam yang dalam satu siklus pembakaran terjadi empat langkah piston. Sekarang ini, mesin pembakaran dalam pada mobil, sepeda motor, truk, pesawat terbang, kapal, alat berat dan sebagainya, umumnya menggunakan siklus empat langkah. Empat langkah tersebut meliputi, langkah hisap (pemasukan), kompresi, tenaga dan langkah buang yang secara keseluruhan memerlukan dua putaran poros engkol (crankshaft) per satu siklus pada mesin bensin atau mesin diesel.
Sejarah
Mesin empat tak, pertama kali dipatenkan oleh Eugenio Barsanti dan Felice Matteucci pada tahun 1854, diikuti dengan prototip pertama pada tahun 1860. Mesin tersebut juga dikonsepkan oleh teknisi Perancis, Alphonse Beau de Rochas pada tahun 1862. Namun teknisi Jerman, Nicolaus Otto yang pertama mengembangkan penggunaan mesin empat tak, oleh sebab itu prinsip emapt langkah pada mesin dikenal dengan siklus Otto dan mesin empat tak dengan busi disebut juga dengan mesin Otto. Siklus Otto terdiri dari kompresi menghasilkan panas, penambahan panas pada volume tetap, ekspansi volume akibat panas dan pembuangan panas pada volume tetap.
Prinsip kerja
Untuk memahami prinsip kerja, perlu dimengerti istilah baku yang berlaku dalam teknik otomotif :
>TMA (titik mati atas) atau TDC (top dead centre), posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh dari poros engkol (crankshaft).
>TMB (titik mati bawah) atau BDC (bottom dead centre), posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft).
Langkah kesatu
Piston bergerak dari TMA ke TMB, posisi katup masuk terbuka dan katup keluar tertutup, mengakibatkan udara (mesin diesel) atau gas (sebagian besar mesin bensin) terhisap masuk ke dalam ruang bakar. Proses udara atau gas sebelum masuk ke ruang bakar, dapat dilihat pada sistem pemasukan.
Langkah kedua
Piston bergerak dari TMB ke TMA, posisi katup masuk dan keluar tertutup, mengakibatkan udara atau gas dalam ruang bakar terkompresi. Beberapa saat sebelum piston sampai pada posisi TMA, waktu penyalaan (timing ignition) terjadi, pada mesin bensin berupa nyala busi sedangkan pada mesin diesel berupa semprotan (suntikan) bahan bakar.
Langkah ketiga
Gas yang terbakar dalam ruang bakar akan meningkatkan tekanan dalam ruang bakar, mengakibatkan piston terdorong dari TMA ke TMB. Langkah ini adalah proses langkah yang menghasilkan tenaga.
Langkah keempat
Piston bergerak dari TMB ke TMA, posisi katup masuk tertutup dan katup keluar terbuka, mengakibatkan gas hasil pembakaran terdorong keluar menuju saluran pembuangan. Proses selanjutnya di saluran pembuangan dapat dilihat pada sistem pembuangan.
Desain
Rasio kompresi
Rasio kompresi adalah perbandingan antara volume langkah piston dibandingkan dengan volume ruang bakar saat piston pada posisi TMA.
SOHC vs DOHC
Single over head camshaft, mesin dengan noken as tunggal di atas silinder. Double over head camshaft, mesin dengan noken as ganda di atas silinder.
Long vs Short stroke
Mesin disebut berkarakter long stroke apabila langkah piston lebih panjang dari diameter piston. Mesin disebut berkarakter short stroke apabila langkah piston lebih pendek dari diameter piston.